{"id":18660,"date":"2021-06-03T00:49:19","date_gmt":"2021-06-03T00:49:19","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/?p=18660"},"modified":"2021-06-03T00:49:19","modified_gmt":"2021-06-03T00:49:19","slug":"masih-undervalue-rupiah-berpotensi-menguat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/masih-undervalue-rupiah-berpotensi-menguat\/","title":{"rendered":"Masih &#8216;Undervalue&#8217;, Rupiah Berpotensi Menguat"},"content":{"rendered":"<p>Gubernur\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/bank-indonesia\">Bank Indonesia\u00a0<\/a><\/strong>(BI)\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/perry-warjiyo\">Perry Warjiyo<\/a><\/strong>\u00a0mengatakan nilai tukar<strong>\u00a0<a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tag\/rupiah\">rupiah<\/a><\/strong>\u00a0hingga saat ini masih bergerak di bawah nilai fundamentalnya (<em>undervalue<\/em>). Meski demikian, ia optimistis rupiah masih bisa menguat dengan berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan BI.<\/p>\n<p>&#8220;Tentu saja ada potensi nilai tukar rupiah menguat, namun masih ada ketidakpastian dan risiko tekanan dari sisi global kenaikan US\u00a0<em>treasury yield<\/em>,&#8221; ujarnya di komisi XI, Rabu (2\/6).<\/p>\n<p>Optimisme penguatan rupiah tersebut, lanjut Perry, juga didukung dengan tingginya cadangan devisa Indonesia yakni US$138,8 miliar pada akhir bulan lalu dan surplus neraca pembayaran US$4,1 miliar pada kuartal I 2021.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Neraca perdagangan juga terus menunjukkan surplus dan mendukung defisit transaksi berjalan yang akan tetap rendah kami perkirakan 1 sampai 2 persen pada tahun ini dan 2022,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut Perry, surplus neraca pembayaran saat ini didukung oleh surplus dari neraca modal dan finansial. Ini terutama disebabkan oleh masuknya aliran modal asing di awal tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Termasuk juga didorong oleh Undang-Undang Cipta Kerja. Arus portofolio asing sudah kembali masuk dan kami upayakan untuk terus deras supaya menambah surplus transaksi modal kita dan menjaga stabilitas eksternal kita,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp14.200 hingga Rp14.600 per dolar AS sampai 2021. &#8220;Sedangkan 2022, kami memperkirakan nilai tukar di kisaran Rp14.100 sampai Rp14.500, masih menguat dari 2021,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu pertumbuhan ekonomi 2021 diproyeksikan 4,1 persen-5,1 persen dan tahun depan diproyeksikan di level 5 persen-5,5 persen. Inflasi juga diperkirakan masih terkendali di kisaran 2 persen hingga 4 persen pada tahun ini dan tahun depan.<\/p>\n<p>&#8220;Inflasi inti masih terkendali karena memang penawaran masih cukup untuk memenuhi permintaan meskipun permintaan naik,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div class=\"parallax_detail parallaxB\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gubernur\u00a0Bank Indonesia\u00a0(BI)\u00a0Perry Warjiyo\u00a0mengatakan nilai tukar\u00a0rupiah\u00a0hingga saat ini masih bergerak di bawah nilai fundamentalnya (undervalue). Meski demikian, ia optimistis rupiah masih bisa menguat dengan berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan BI. &#8220;Tentu saja ada potensi nilai tukar rupiah menguat, namun masih ada ketidakpastian dan risiko tekanan dari sisi global kenaikan US\u00a0treasury yield,&#8221; ujarnya di komisi XI, Rabu (2\/6). Optimisme penguatan rupiah tersebut, lanjut Perry, juga didukung dengan tingginya cadangan devisa Indonesia yakni &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3,1],"tags":[141,52],"class_list":["post-18660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-uncategorized","tag-bank-indonesia","tag-ekonomi-indonesia"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/7601f421-ec41-4812-a2da-26ac5f44af0c_169.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8TjRm-4QY","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18662,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18660\/revisions\/18662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}