{"id":19325,"date":"2021-09-29T00:35:55","date_gmt":"2021-09-29T00:35:55","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/?p=19325"},"modified":"2021-09-29T00:35:55","modified_gmt":"2021-09-29T00:35:55","slug":"apbn-2022-periode-terakhir-defisit-di-atas-3-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/apbn-2022-periode-terakhir-defisit-di-atas-3-persen\/","title":{"rendered":"APBN 2022 Periode Terakhir Defisit di Atas 3 Persen"},"content":{"rendered":"<p>CNN Indonesia &#8212; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan penetapan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebihi 3 persen hanya sampai 2022. Penetapan defisit itu adalah kebijakan khusus dalam menangani pandemi covid-19.<br \/>\n&#8220;APBN 2022 periode yang terakhir yang bolehkan pemerintah untuk defisit di atas 3 persen,&#8221; ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa (28\/9).<\/p>\n<p>Oleh karena itu, ia menyebut 2022 adalah tahun yang sangat penting. Pasalnya, jika defisit APBN kembali melebihi 3 persen, maka akan menyalahi undang-undang (uu).<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan kawal pemulihan ekonomi dan konsolidasi fiskal,&#8221; imbuh Sri Mulyani.<\/p>\n<p>Sebagai catatan, ketentuan defisit maksimal 3 persen diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Kemudian, pemerintah menerbitkan UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan untuk Penanganan Covid-19 pada Maret tahun lalu. Salah satu poin dalam aturan ini menetapkan defisit anggaran dapat melebihi 3 persen.<\/p>\n<p>Pada 2022, Banggar telah menyetujui defisit APBN sebesar Rp868,01 triliun. Angka itu setara dengan 4,85 persen dari produk domestik bruto (PDB).<\/p>\n<p>Sementara, penerimaan negara ditargetkan sebesar Rp1.846,13 triliun dan belanja negara Rp2.714,15 triliun. Dengan demikian, ada selisih yang disebut dengan defisit APBN.<\/p>\n<p>Lebih rinci, penerimaan negara terdiri dari pendapatan dalam negeri dan hibah. Pendapatan dalam negeri ini berasal dari perpajakan sebesar Rp1.845,55 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp335,55 triliun.<\/p>\n<p>Kemudian, penerimaan hibah ditargetkan sebesar Rp462,15 triliun. Selanjutnya, belanja negara terdiri dari pemerintah pusat yang sebesar Rp1.943,74 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp770,41 triliun.<\/p>\n<p>Lalu, pemerintah menyiapkan pembiayaan utang sebesar Rp973,58 triliun, pinjaman Rp585 miliar, dan lainnya Rp77 triliun.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Banggar menyetujui pengelolaan utang sebesar Rp405,86 triliun pada 2022. Angka ini terdiri dari pembayaran bunga utang dalam negeri sebesar Rp393,69 triliun dan pembayaran bunga utang luar negeri sebesar Rp12,17 triliun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CNN Indonesia &#8212; Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan penetapan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebihi 3 persen hanya sampai 2022. Penetapan defisit itu adalah kebijakan khusus dalam menangani pandemi covid-19. &#8220;APBN 2022 periode yang terakhir yang bolehkan pemerintah untuk defisit di atas 3 persen,&#8221; ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa (28\/9). Oleh karena itu, ia menyebut 2022 adalah tahun yang sangat penting. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19326,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3,1],"tags":[],"class_list":["post-19325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","category-uncategorized"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/b5909e51-a698-4520-99ff-c0ee209a8d16_169.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8TjRm-51H","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19325"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19327,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19325\/revisions\/19327"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}