{"id":3823,"date":"2018-09-27T00:22:40","date_gmt":"2018-09-27T00:22:40","guid":{"rendered":"http:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/?p=3823"},"modified":"2018-09-27T00:22:40","modified_gmt":"2018-09-27T00:22:40","slug":"na-diskusi-di-kantor-bi-ekonomi-sulsel-tetap-stabil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/na-diskusi-di-kantor-bi-ekonomi-sulsel-tetap-stabil\/","title":{"rendered":"NA Diskusi di Kantor BI, Ekonomi Sulsel Tetap Stabil"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\"><\/div>\n<p><strong>FAJARONLINE.CO.ID, MAKASSAR &#8212;<\/strong>\u00a0Kondisi fundamental ekonomi nasional terhadap gejala ekonomi global yang terjadi sekarang masih lebih baik dari 1998.<\/p>\n<p>Menurut\u00a0Kepala BI Makassar\u00a0Bambang Kusmiarso, Rabu 26 September 2018,\u00a0 cadangan devisa tahun 2018 sebesar sebesar\u00a0 117.9 miliar dolar AS. Sedangkan cadangan devisa ada 1998 sebesar 23.6 miliaran AS.<\/p>\n<p>Menurut Bambang, gejolak penguatan nilai tukar Dollar AS menyebabkan menurunnya nilai tukar mata uang negara-negara di dunian. &#8220;Ini karena nilai Dolar AS yang menguat. Seluruh nilai mata uang negara di dunia menurun termasuk Rupiah,&#8221; katanya saat pertemuan dengan Gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah, Rabu 26 September 2018.<\/p>\n<p>Pelemahan nilai tukar rupiah 2018 katanya, tidak perlu dikhawatirkan karena fundamental ekonomi.nasional sekarang sangat kuat.<\/p>\n<p>Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah berkunjung ke kantor Bank Indonesia perwakilan Sulselbar di Jl Sudirman Makassar.\u00a0 Dalam pertemuan itu dia meminta kepada Bank Indonesia Makassar untuk bersama pemprov memperbaiki data.<\/p>\n<p>Jika ada data yang valid, menurut Prof HM Nurdin Abdullah, maka dengan mudah BI kendalikan inflasi.<\/p>\n<p>&#8220;Menurut saya pengendalian harga agar tetap stabil harus diatur mulai dari pola tanam dan siklus tanam agar kontinuitas priduksi tetap terjaga sepanjang tahun,&#8221; katanya di depan manajemen BI Kantor Makassar.<\/p>\n<p>Acara dipimpin Kepala Kantor BI Makassar\u00a0Bambang Kusmiarso dihadiri para direktur.<\/p>\n<p>Menurut Nurdin Abdullah, data sangat penting\u00a0 untuk menjadi landasan bagi pemerintah dalam kengambilan keputusan.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau ada data kita bisa atur komoditas yang beredar di pasar berdasarkan kebutuhan permintaan pasar, &#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menambahkan\u00a0penguatan nilai tukar Dolar AS akan menguntungkan para petani kakao dan hasil bumi lain yang dijual dipasar internasional.<\/p>\n<p>Komoditi ekspor Sulsel seperti kakao dan udang jelas Prof Nurdin Abdullah pernah berjaya saat krisis 1989.<\/p>\n<p>Namun demikian berdasarkan data dari BI produksi kakao Sulsel menurun dari lebih 3.000 menjadi 1.500 tahun 2018. (rls)<\/p>\n<p><i>Untuk Mengakses Berita Selengkapnya Silahkan Langganan Premium epaper FAJAR disini<a href=\"http:\/\/epaper.fajaronline.co.id\/\"><u>epaper.fajaronline.co.id<\/u><\/a>\u00a0atau hubungi wa\/tlp\u00a0<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=62811462222&amp;text=Halo%20Harian%20Fajar\"><u>0811462222<\/u><\/a>\u00a0untuk berlangganan koran cetak, bisa juga daftar koran melalui formulir\u00a0<a href=\"http:\/\/fajaronline.co.id\/langganankoran\/\"><u>Ini<\/u><\/a><\/i><\/p>\n<p>Sumber: Fajaronline.co.id<\/p>\n<p><strong><em>Catatan:\u00a0<\/em><\/strong>\u00a0PT. Jamkrida Sulsel melayani Penerbitan Sertifikat Penjaminan kredit, Surety Bond ( Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan uang muka, Jaminan Pemeliharaan) dan Kontra Bank Garansi di Sulawesi Selatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kondisi fundamental ekonomi nasional terhadap gejala ekonomi global yang terjadi sekarang masih lebih baik dari 1998. <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3824,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3],"tags":[133,21,23,102,104,134,20],"class_list":["post-3823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-daerah","tag-ekonomi","tag-indonesia","tag-koperasi","tag-penjaminan-kredit","tag-selawesi-selatan","tag-umkm"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/bi-prof_andalan.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8TjRm-ZF","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3823"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3826,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3823\/revisions\/3826"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.jamkridasulsel.co.id\/info\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}