“Kita ingin kurangi kita punya impor, sehingga kita dorong ekspor. Saya rasa, Sulsel bisa jadi pelopor,” sebutnya.
Dia mengatakan kebutuhan Jepang setiap bulannya sekitar 5000 ton khusus bonggol.
“Intinya yang harus kita syukuri, bahwa tak ada lagi masyarakat bakar bonggol di lahan padi, di jalan atau dimana saja yang bisa mencemari udara. Bahkan sekarang bonggol sudah bisa menghasilkan uang,” jelasnya
Sementara, Direktur CV Agro Lestari Mandiri ,Arifuddin mengatakan saat ini pihaknya mampu memproduksi sekitar 150 ton per bulan.
Namun biasanya bonggol yang diekspor tergantung dari permintaan. Untuk hari ini kata dia, ada 75 ton yang di lepas untuk selanjutnya di ekspor ke Jepang.
“Produksi kita itu 150 ton per bulan. Tapi yang kita ekspor itu biasanya tergantung permintaan. Seperti sekarang ini dia minta sembilan kontainer atau sebanyak 225 ton. Karena per kontainer kapasitasnya 25 ton,”katanya.
Di Jepang, bonggol jagung ini kata dia, digunakan sebagai media tanam jamur.
Pelepasan 75 ton Bonggol Jagung ini ditandai dengan pemecahan kendi ke mobil kontainer oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Dimana kontainer itu yang akan mengangkut bonggol jagung.(rin)
Sumber: FAJARONLINE.CO.ID
Catatan: PT. Jamkrida Sulsel melayani Penerbitan Sertifikat Penjaminan kredit, Surety Bond ( Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan uang muka, Jaminan Pemeliharaan) dan Kontra Bank Garansi di Sulawesi Selatan.
