Bank Indonesia (BI) sepanjang tahun 2018 lalu telah menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebanyak 6 kali sebesar 175 basis poin (bps) menjadi 6 persen hingga Desember 2018 lalu.
Bank Indonesia (BI) sepanjang tahun 2018 lalu telah menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebanyak 6 kali sebesar 175 basis poin (bps) menjadi 6 persen hingga Desember 2018 lalu.
Pasar saham negara- negara berkembang (emerging markets) diprediksi akan mengalami titik balik pada tahun 2019 ini. Hal ini sejalan dengan tertahannya pengetatan suku bunga di seluruh dunia dan membaiknya sentimen. Dikutip dari South China Morning Post, Minggu (27/1/2019), manajer portfolio di BlackRock Gordon Fraser menyatakan, valuasi saham di negara-negara berkembang cukup menarik saat ini.
Bank Standard Chartered Indonesia memproyeksikan bank sentral AS Federal Reserve ( The Fed) masih akan beberapa kali menaikkan suku bunga di 2019, tapi tidak seekstrim tahun lalu. Tahun lalu, The Fed menaikkan hingga empat kali suku bunga untuk menyeimbangkan pertumbuhan AS.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Nurdin Abdullah menerima rombongan direksi PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) di Rumah Jabatan Gubernur, baru-baru ini. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan untuk menindaklanjuti rencana investasi KBN di Provinsi Sulsel.
Setelah sukses bersinergi dengan Citilink dalam program One Stop Service pembelian tiket Citilink di kantor Garuda Indonesia, kini Garuda Indonesia menyempurnakan sinergi One Stop Service tersebut bersama Sriwijaya Air untuk menghadirkan layanan serupa.
Persatuan Insinyur Indonesia (PII) akan membentuk sistem database alias basis data insinyur melalui platform digital. Ini bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia ( SDM) demi mendukung upaya pemerintah yang terus membangun infrastruktur.
Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo meyakini penghapusan layanan bagasi gratis tak akan menurunkan minat pelanggan untuk menggunakan jasa maskapainya.
Penyedia jasa pendanaan digital atau fintech peer to peer lending (fintech P2P lending) Modalku telah menyalurkan kredit atau pendanaan hingga Rp 4 triliun sepanjang 2018 di Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia dan Indonesia. Angka tersebut meningkat 3 kali lipat jika dibandingkan dengan pendanaan yang disalurkan pada 2017.
Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) menilai kehadiran teknologi sangat membantu pekerjaan manusia. Sehingga kehadirannya tidak dapat dihindari oleh siapapun.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 16,2 persen (yoy) sepanjang 2018, dari Rp 441,31 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 512,78 triliun di akhir 2018.